| Menyusui Bayi Prematur |
|
|
|
|
Penting memastikan bahwa bayi kita mendapatkan apa yang dibutuhkannya sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Menyusu bagi bayi merupakan proses belajar dan membutuhkan waktu untuk mempelajarinya, dan bayi prematur perlu waktu yang lebih lama. Hal ini sering disebabkan karena bayi prematur tidak dapat menempelkan mulutnya dan menghisap secara efektif. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu bayi, terutama yang lahir prematur dapat menyusu dengan tepat pada payudara ibunya: Pertama, metode perawatan kangguru (kangaroo mother care). Pada metode ini bayi dipeluk menempel dengan kulit ibu (kontak kulit ibu dengan kulit bayi) didalam baju ibu. Hal ini akan meningkatkan keterikatan antara ibu dan bayi sehingga mendorong proses menyusui lebih berhasil. Bayi juga menjadi lebih tenang, jarang menangis sehingga berat badan bisa lebih cepat naik. Kedua, dengan memposisikan mulut bayi menempel pada payudara dengan tepat sehingga ia mendapatkan ASI optimal yang dibutuhkannya. Tidur bagi bayi, memiliki manfaat yang baik untuk tumbuh kembangnya. Karena memberi kesempatan mengistirahatkan tubuhnya, meningkatkan proses metabolisme, yakni proses pengolahan pangan menjadi energi yang dibutuhkan. Aktivitas tidur juga merupakan salah satu stimulus bagi proses tumbuh kembang otak. Hal ini bisa dimengerti karena 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan saat anak tidur. Dan bayi prematur menggunakan sebagian besar waktunya untuk tidur lebih lama dibandingkan bayi yang lahir tepat waktu. Air susu ibu yang melahirkan prematur, mengandung konsentrasi protein yang lebih tinggi, asam lemak tak jenuh berantai panjang dan faktor kekebalan paling banyak. Kekebalan bayi yang lahir prematur belum berkembang seperti bayi yang lahir pada waktunya. Sehingga bayi prematur lebih mudah terinfeksi. Penting sekali untuk tetap menyusui bayi meski sudah berusia lebih dari 6 bulan sampai 2 tahun.
dr. Sylvia Haryeny, IBCLC Artikel Disunting dan Pernah Dimuat Pada Majalah 9 Months Edisi Juli 2011 Share this articles |