Persalinan Tanpa Rasa Nyeri Dengan Teknik ILA (Intrathecal Labour Analgesia)

Dalam proses persalinan, kontraksi biasanya menjadi sangat menyakitkan pada saat dilatasi serviks 3-4cm dan intensitas nyeri semakin meningkat seiring dengan bertambahnya dilatasi serviks.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat nyeri pada proses persalinan, antara lain :
1. Faktor Fisik
- Intensitas durasi nyeri.
- Resistensi dilatasi Serviks.
- Regangan Perineum.
- Disproporsi Caphalo Pelvic.
- Posisi kepala janin Oksipito Posterior yang menimbulkan nyeri punggung hebat pada ibu.
- Kelelahan, Anemia, Malnutrisi yang mempengaruhi toleransi Ibu terhadap rasa nyeri.
2. Faktor Psikis
- Pola budaya dan kebiasaan. Ibu yang menjerit-jerit bukan berarti mempunyai rasa nyeri yang lebih hebat daripada Ibu yang tenang.
- Edukasi antenatal dan kesiapan emosi menghadapi persalinan. Perasaan takut, tidak diperhatikan dan Kesepian, akan menurunkan toleransi terhadap rasa tidak nyaman.
- Sikap simpatik dan perhatian terhadap Ibu yang diberikan oleh dokter dan bidan sangat membantu mentolerir rasa nyeri.

Oleh karena itu, selain dukungan psikologis yang positif diperlukan juga teknik dan metode yang dapat menghilangkan rasa nyeri, sehingga proses persalinan tidak lagi menyakitkan atau menakutkan, tetapi menjadi pengalaman yang memberikan rasa nyaman dan aman, baik bagi Ibu maupun bayinya.

Ada beberapa teknik / metode melahirkan tanpa rasa nyeri, yaitu :
1. Suntikan Parenteral Oploid (mis.; Petidhin, Morfin, Fentanil),
Cara ini kurang disukai karena efek samping, penurunan kesadaran dan depresi nafas pada Ibu maupun bayinya.
2. Analgesi Inhalasi melalui sungkup muka,
Teknik ini mempunyaui kelemahan yaitu bila berlebihan dapat menyebabkan penurunan kesadaran Ibu, juga menimbulkan polusi gas anestesi diruang bersalin.
3. Hipnosis (Hypnobirth),
Cara ini tidak selalu berhasil.
4. Akupuntur,
Cara ini belum diterima secara luas karena efeknya biasanya persial.
5. Epidural,
Teknik ini banyak digunakan tetapi membutuhkan dosis yang lebih besar dan alat yang mahal.
6. Spinal / ILA (Intrathecal Labour Analgesia),
Teknik ini lebih disukai karena membutuhkan dosis yang lebih kecil dan alat yang murah.
7. Kombinasi Spinal + Epidural.

ILA (Intrathecal Labour Analgesia) 
Tujuan utama dari tindakan ILA adalah menghilangkan rasa nyeri persalinan tanpa menyebabkan blok motorik.
Idealnya obat ILA harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Tempat kerja terlokalisir
2. Tidak berefek terhadap fungsi motorik atau kemajuan persalinan
3. Dosis dibutuhkan sedikit
4. Paparan obat terhadap Ibu dan Janin minimal
5. Efek samping terhadap Ibu dan Janin minimal
6. Dapat dinetralisir

Persalinan tanpa rasa nyeri tersebut dilakukan oleh Dokter Anastesi dengan menyuntikkan obat ke dalam cairan saraf tulang belakang. Cairan inilah yang menghilangkan rasa sakit.

Obat ini hanya bekerja pada satu saraf, sehingga tidak terserap kepembuluh darah dan masuk kedalam tubuh janin.

Obat tersebut disuntikkan ke punggung ketika posisi Ibu duduk atau berbaring miring.

Penyuntikkan obat dilakukan saat persalinan mulai masuk pada tahap pembukaan 4(empat).
Setelah obat bekerja, biasanya si Ibu akan merasa otot - otot tungkainya merasa kebas (kesemutan) dan lemas, namun tetap dalam keadaan sadar.

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, penurunan tekanan darah, serta gatal - gatal ringan yang mudah diatasi.

Bagi sang Ibu, keinginan untuk memperoleh bayi yang sehat melalui proses persalinan yang tidak menyakitkan merupakan tujuan utama yang ingin dicapai.

dr. Mahardika P. Mardikoen, SpAn.

VISI
Kemang Medical Care akan menjadi penyedia layanan kesehatan prima bagi wanita dan anak di Indonesia.

MISI
Kemang Medical Care akan memberikan layanan kesehatan yang holistik bagi wanita dan anak di Indonesia.

RSIA Kemang

Jl. Ampera Raya No.34

Jakarta Selatan 12550

Phone : (+6221) 27545454 / 27545400

Fax : (+6221) 78843548

Email : info@kemangmedicalcare.com

Print