Modifikasi Gaya Hidup Untuk Mencegah dan Menangani Hipertensi

Anjuran terapi tekanan darah tinggi adalah modifikasi gaya hidup selain terapi dengan obat. Termasuk dalam modifikasi gaya hidup dalam penurunan berat badan, penerapan diet kombinasi, reduksi asupan garam, aktivitas fisik yang teratur, dan pembatasan asupan alkohol. Selain itu berhenti merokok juga dianjurkan untuk mengurangi resiko kardiovaskular secara keseluruhan. Masing-masing mempunyai efek penurunan tekanan darah yang berperan pada pencegahan komplikasi hipertensi dan bila dijalankan secara bersamaan akan mempunyai efek penurunan tekanan darah yang lebih nyata.

Harapan Sehat
Tekanan darah yang diharapkan tercapai adalah <140/90 mmHg. Pada pasien dengan tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit ginjal, target terapi adalah tekanan darah <130/80 mmHg. Perhatian utama ditujukan terhadap tekanan darah sistolik, karena kebanyakan penderita dengan tekanan darah tinggi terutama mereka yang berumur lebih dari 50 tahun, akan mencapai tekanan darah dialostik yang diinginkan apabila tekanan darah sistolik tercapai.

Penurunan Berat Badan

Kelebihan berat badan didefinisikan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 1998 dengan menggunakan indeks massa tubuh. Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat dihitung dengan menggunakan rumus berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter. Menurut WHO, IMT yang ideal berada diantara 18,5 dan 25 kg/m2. IMT>25 kg/m2 didefinisikan sebagai kelebihan berat badan, dari >30 kg/m2 disebut sebagai penderita obesitas. Ukuran lingkar perut/pinggang juga memegang peranan penting, dari >88cm pada wanita dan >102 pada pria berkaitan dengan resiko terkena penyakit metabolik dan jantung> Resiko relative terhadap faktor resiko yang berhubungan dengan obesitas akan meningkat dengan nilai yang melebihi luas lingkar yang disebut di atas. WHO melalui International Association for the Study of Obesity untuk kawasan Pasifik Barat mengajukan proposal klasifikasi berat badan dengan menggunakan IMT orang Asia.

Penurunan berat badan sebanyak 5-10% dari berat badan awal berkaitan dengan reduksi tekanan darah, kadar lemak dan mortalitas. Penurunan berat badan sebanyak 5,1 kg menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 4,44 mmHg dengan tekanan darah diastolik sebanyak 3,57 mmHg. Setiap kilogram penurunan berat badan menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 1,05 mmHg dan diastolik 0,92 mmHg. Pada perempuan dengan penyakit yang berhubungan dengan berat badan, penurunan berat badan berkaitan dengan penurunan mortalitas sebanyak 20% akibat semua sebab dan 30-40% akibat penyakit yang berhubungan dengan diabetes.

Anjuran Strategi Penurunan Berat Badan
Faktor yang berperan penting dalam menurunkan berat badan adalah motivasi dan perilaku. Penurunan berat badan yang dianjurkan untuk tahap awal adalah 10% dari berat badan awal. Jangka waktu untuk melakukan hal tersebut adalah 6 bulan. Setelah 6 bulan, biasanya penurunan berat badan menurun dan berat badan akan tetap berada pada garis datar karena rendahnya atau berkurangnya penggunaan energy tubuh pada berat badan yang lebih rendah. Tahap selanjutnya adalah menjaga kestabilan penurunan berat badan yang sudah dicapai sehingga tidak terjadi kenaikan berat badan kembali.

Diet Kombinasi, Reduksi Asupan Garam dan Tekanan Darah
Diet kombinasi adalah diet yang kaya akan buah, sayuran dan produk-produk rendah lemak serta mempunyai jumlah lemak tersaturisasi, lemak total, dan kolesterol yang lebih rendah. Diet ini menyediakan kalium, magnesium dan kalsium seiring dengan jumlah serat dan protein yang tinggi. Pole diet tesebut menurut hasil studi menunjukkan penurunan tekanan darah secara signifikan. Pengurangan asupan garam menurunkan tekanan darah sistolik pada kohort tanpa hipertensi dan kohort dengan hipertensi.

Aktivitas Fisik dan Tekanan Darah
Peranan mekanisme kerja otot pada saat melakukan aktivitas fisik sangatlah penting. Besarnya penurunan resistensi tergantung pada beban atau aktivitas yang dilakukan. Semakin besar beban yang dilakukan, semakin besar pula ketegangan otot dan tekanan darah pada pembuluh darah intramuskular. Penderita tekanan darah tinggi dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang mementingkan dinamisme dan daya tahan tubuh seperti lari, renang, dan bersepeda. Aktivitas aerobik berhubungan dengan penurunan tekanan darah rata-rata yang signifikan.

Pembatasan Konsumsi Alkohol dan Berhenti Merokok
Terdapat hubungan yang kuat antara merokok dan resiko terkena infark jantung. Setiap peningkatan jumlah rokok yang dihisap meningkatkan resiko infark jantung. Berhenti merokok menurunkan resiko mortalitas akibat semua sebab pada penderita dengan penyakit jantung koroner.

dr. Gatot Soeryo Koesoemo, PFK, MM

VISI
Kemang Medical Care akan menjadi penyedia layanan kesehatan prima bagi wanita dan anak di Indonesia.

MISI
Kemang Medical Care akan memberikan layanan kesehatan yang holistik bagi wanita dan anak di Indonesia.

RSIA Kemang

Jl. Ampera Raya No.34

Jakarta Selatan 12550

Phone : (+6221) 27545454 / 27545400

Fax : (+6221) 78843548

Email : info@kemangmedicalcare.com

Print