Mengajarkan Life Skill Kepada Anak

Pernahkah Anda mengalami situasi ketika anak merasa galau dijauhi teman mainnya atau saat ia kehilangan buku pelajarannya dan menyuruh Anda yang mencarinya ? Ketika Anda lansung bertindak dengan mendatangi teman main anak Anda atau Anda langsung sibuk mencari buku pelajaran itu ke seluruh penjuru rumah, berarti anak Anda belum terlatih dalam kemampuan Life Skills-nya.

Life Skills adalah suatu keterampilan hidup yang membantu kita untuk sukses di beragam lingkungan dimana kita hidup seperti di sekolah, rumah, dan lingkungan sekitar  (Steven J. Danish. Life Skills Center - Virginia Commonwealth University). Menurut WHO, Life Skills adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dan berperilaku positif sehingga orang tersebut bisa menyesuaikan diri secara efektif terhadap tuntutan dan perubahan di kehidupannya sehari-hari.

Contoh tentang anak yang kehilangan buku pelajarannya karena lupa menaruhnya dimana, menunjukkan ia belum sepenuhnya terampil dalam urusan menyimpan barang pribadi. Setiap urusan, tentunya ada urutan untuk menyelesaikannya. Ini menjadi bagian dari Life Skills yang bersifat Hard Skills. Hard Skills meliputi :

  1. Keterampilan tentang makanan (cara memilih makanan sehat, memilih bahan makanan yang dibeli, dll)
  2. Keterampilan tentang uang (cara menggunakan uang, menabung, dll)
  3. Keterampilan tentang pakaian (cara melipat pakaian, mencuci, menyeterika, dll)
  4. Keterampilan di rumah (cara membersihkan rumah, lemari es, ganti lampu, menyapu, mengepel, dll)
  5. Keterampilan tentang mobil (cara mengendarai mobil, merawat mobil, dll)
  6. Keterampilan berkendaraan dan transportasi (cara naik bis, kereta, dll)

Contoh tentang anak yang galau dijauhi teman mainnya, menunjukkan ia belum terampil dalam kegiatan yang didasari atas kekuatan pribadi dan interaksinya secara sosial. Ini menjadi bagian dari Life Skills yang bersifat Soft Skills, Soft Skills meliputi :

  1. Kemampuan mengatasi kesepian
  2. Kemampuan menjalin relasi dan mencari solusi konflik dengan positif
  3. Kemampuan menjaga sehat dan bersih
  4. Keterampilan mencari kerja
  5. Keterampilan menentukan tujuan dan meraihnya
  6. Keterampilan mengatur waktu
  7. Keterampilan berhadapan dengan situasi gawat darurat atau membela dirinya sendiri

Agar anak memiliki beragam jenis Life Skill, maka orang tua dan lingkungan perlu mengajarinya dan memberikan kesempatan pada anak untuk mempraktekkan. Dengan mengajari dan mengetahui tingkatan Life Skills yang dimiliki anak, maka orang tua menjadi tahu apa apa saja tingkatan perkembangan Life Skills dari anak anaknya, mana yang sudah dikuasai, mana yang belum bisa mereka lakukan.Dengan demikian orang tua membantu anak menjadi mandiri. Terbentuknya Life Skills pada anak adalah melalui kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan berulang oleh orang tua.

Anak amat perlu diajari tentang Life Skills, karena tujuan akhirnya membuat anak memiliki kualitas hidup yang lebih baik, seperti bisa hidup mandiri dan lebih percaya diri. Selain itu, banyak sekali manfaat yang melekat pada pribadi anak ketika ia punya Life Skills yang terlatih, yaitu :

  • Mengerti diri sendiri dan membangun identitas diri
  • Meningkatkan kompetensi psikosial dan membentuk hubungan sosial yang positif
  • Seimbang antara diri dan dunia luar
  • Mengerti emosi-emosi mereka
  • Meningkatkan potensi kognitif mereka
  • Menghadapi hubungan dengan orang tua dan teman sebaya
  • Kesadaran untuk peka atas peran jenis
  • Mengambil keputusan dari hari ke hari
  • Bersikap positif untuk melindungi dirinya
  • Menjaga kesehatannya

Life skills diajarkan dengan cara diajarkan berulang kali, bertahap hingga menjadi kebiasaan baik. Mengajari itu berbeda dengan MENGATAKAN . Mengatakan itu bilang TANPA CARAnya sedangkan MENGAJARI membutuhkan diskusi mengenai proses PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Cara pengajaran Life Skills pun perlu DISESUAIKAN dengan gaya belajar anak tersebut, apakah Auditory, Visual atau Kinestetik.

Disinilah amat diperlukan ketrampilan Anda sebagai Orang Tua (Ilmu Parenting) saat mengajari Life Skills pada anak, yaitu dari segi :

  • Cara berkomunikasinya
  • Cara pengawasannya
  • Bagaimana orang tua menjadi model yang baik
  • Bagaimana menggunakan disiplin yang tepat dan konsisten
  • Jadilah realistis dan peka terhadap kondisi, karakter, gaya belajar anak

Membantu anak menyiapkan hidupnya dengan ketrampilan hidup dasar, membuat mereka menjadi lebih mandiri, anak dapat mengurus diri mereka di dunia ini dan menjadi orang dewasa yang produktif. Ketika Anda mengajari Life Skills pada anak, pahamilah bahwa :

  • Tidak perlu anak mengerjakan semua daftar Life Skills bersamaan
  • Nikmati momen saat mengajari anak dan ketika mereka tertarik mengerjakannya
  • Anak yang dapat mengerjakan tugas hariannya sendiri, mereka lebih BAHAGIA dan lebih PERCAYA DIRI
  • Ketika KOMPETENSI atau KEMAMPUAN anak akan muncul, dan itulah hadiah dari orang tua untuk anak-anak mereka
  • Tidak pernah ada kata terlambat untuk mengajari Life Skills pada anak.

Oleh karena itu, orang tua belajarlah terus tentang Ilmu Parenting dan bergabunglah melalui kelompok kelompok Parenting untuk saling mengingatkan.

Tanti Diniyanti, Psi
Parent Education Center and Psychology
Kemang Medical Care Women and Children

VISI
Kemang Medical Care akan menjadi penyedia layanan kesehatan prima bagi wanita dan anak di Indonesia.

MISI
Kemang Medical Care akan memberikan layanan kesehatan yang holistik bagi wanita dan anak di Indonesia.

RSIA Kemang

Jl. Ampera Raya No.34

Jakarta Selatan 12550

Phone : (+6221) 27545454 / 27545400

Fax : (+6221) 78843548

Email : info@kemangmedicalcare.com

Print