PEMULIHAN NURSING STRIKE

PEMULIHAN NURSING STRIKE

 Suatu kebahagiaan besar bagi ibu menyusui berhasil menakhlukan salah satu tantangan menyusui. Ini adalah kisah tahun lalu, pada akhir Februari – awal Maret 2017 anak kedua saya, AdekSean berumur 3,5 bulan mengalami nursing strike (bayi menolak menyusu) selama 10 hari & pemulihan untuk mau kembali direct breastfeeding (menyusu langsung) selama 4 hari.

Perasaan saya sedih & pedih ketika Adek Sean yang biasanya mau menyusu langsung, tiba-tiba ga mau menyusu langsung. Tiap ditawari untuk nenen, Adek Sean berontak sambil menangis, kalaupun nenen cuman beberapa detik trus gampang untuk lepas. Awalnya saya mencoba untuk menangani sendiri tantangan ini dirumah. Bagi saya, ini adalah tantangan, bukan masalah.

Selama seminggu pertama semenjak nursing strike, Adek Sean masih mau nenen tapi pas ngantuk aja dan agak dipaksa utk mau nenen, dipantau tanda-tanda kecukupan ASI masih tercukupi yakni BAK (Buang Air Kecil) minimal 6x sehari. 4 hari berikutnya saya memantau makin parah, saat nenen lepas-lepas (perlekatan tidak sempurna), berontak sambil nangis, akhirnya sy top-up pakai ASIP dengan media sendok & pipet krn saya takut Adek Sean dehidrasi & sy pantau BAK nya masih belum 6x.

Hari ke 11 semenjak Nursing Strike saya panggil Konselor Laktasi dari sebuah Group Ibu Menyusui untuk home visit. Tidak ada perubahan, hari ke 12 semenjak Nursing Strike saya ke Dokter Laktasi di sebuah rumah sakit di Cibubur, akhirnya kami dirujuk ke RS Kemang Medical Care (KMC), krn disana ada penanganan khusus untuk bayi yang mengalami nursing strike dan masalah menyusui lainnya.

Setelah dianalisa, ada beberapa penyebab Adek Sean mengalami nursing strike yakni :

  1. Percobaan penggunaan dot yang diisi ASIP (ASI Perah). Dot hukumnya ‘terlarang’ dalam dunia per-ASI-an karena beresiko menyebabkan bayi bingung puting /tidak mengenal lagi puting ibunya.
  2. Top up ASIP menggunakan media pipet & sendok. Nah, kata salah satu dokter laktasi di KMC kira – kira begini : Ibu tidak boleh secara langsung menyuapin ASIP menggunakan media sendok / pipet, kalaupun mau disuapin ASIP harus dengan orang lain. Bayi kalau sama Ibunya hanya untuk menyusui langsung aja, krn bayi itu "titen" kalau si ibu ikut nyuapin ASI, si bayi akan menjadi bingung”
  3. Mulut adek Sean Jamuran, terlihat bercak putih menyelimuti rongga mulut dan lidah. Terdapatnya jamur saya mengira bersumber dari pipet yg tidak steril saat menyuapi ASIP. Saat di KMC, diberikan obat penghilang jamur pada mulut.

Penanganan yang dilakukan selama pemulihan nursing strike  di RS Kemang Medical Care KMC :

  1. Selama 4 hari selama hampir 24 jam non stop saya & Adek sean selalu skin to skin. Skin to skin (kontak kulit) dapat mengembalikan bonding ibu dan anak juga membangkitkan kembali insting alamiah bayi untuk menyusu.
  2. Menyusui ketika bayi setengah mengantuk & ruangan dikondisikan senyaman mungkin (tenang, sejuk, lampu diredupkan).
  3. Dalam sehari, Dokter Anak visit 1x. Dokter Laktasi visit bisa sampai 4 kali. Suster bisa berkali-kali dipanggil untuk dimintai bantuan. Para pihak tersebut mengusahakan agar Adek Sean mau kembali untuk menyusu langsung.
  4. Stimulasi agar mau menyusui dengan Suplementer & SNS (Suplementer Nursing System)
  5. Kondisi ibu harus rileks, sabar, yakin dan percaya bahwa anak bisa kembali menyusu. Kunci utamanya ada pada Keyakinan Sang Ibu.

Proses pemulihan dari nursing strike ini sepengalaman saya lebih berat daripada mengajari Adek Sean belajar nyusu ketika baru lahir dulu. Sungguh, penuh perjuangan. Hampir gagal kalau saya mau begitu saja menyerah. Setiap mau mencoba nenenin itu bagaikan nightmare. Hampir pesimis, beberapa menyarankan agar Adek Sean diberi ASIP dengan mediadot saja lebih mudah, daripada susah untuk mengembalikan Adek Sean menyusu kembali. Tapi bagi saya, saya harus memperjuangkan semaksimal mungkin agar Adek Sean dapat kembali menyusu langsung. Bagi saya, dengan menyusui langsung akan terjadi bonding (kontak batin) antara ibu dan anak yang kuat.

Puji Tuhan setelah berproses 4 hari di KMC, Adek Sean kembali familiar lagi sama "gentong" Maminya. Hore! Legaaanya luar biasa, Bersyukur tiada tara, Nangis harus ketika anak mau menyusu dengan maksimal.

Big Thanks to :

  • Tim Dokter Laktasi di RS Kemang Medical Care : Dokter Gina, Dokter Agusnawati, Dokter Judith, Dokter Dery, Dokter Wilda, Dokter Wenny, Dokter Dyah,
  • Dokter Spesialis Anak di RS Kemang Medical Care : Dokter Asti Paborini, SpA, IBCLC & Dokter Hanni, SpA

 Jadi untuk ibu-ibu muda :

  1. Sebisa mungkin hindari penggunaan dot krn pada sebagian bayi, dot beresiko tinggi menyebabkan bingung puting.
  2. Kalau bayi mau disuapin ASIP bisa dengan media cup feeder, gelas sloki, pipet, sendot, sendok botol / softcup feeder. Dan yg menyuapi harus orang lain bukan Ibunya. Bayi mengenal ibunya hanya untuk menyusui langsun.
  3. Bagi yg sedang berjuang pemulihan Bingung Puting, Nursing Strike kuncinya Sang Ibu harus PENUH KEYAKINAN dan sabar krn proses pemulihannya memakan waktu.
  4. Dalam proses pemulihan ini, Skin to Skin memegang peranan penting. skin to skin 24 jam non stop kecuali ketika mandi & ke toilet saja dilepas. Tidur tetap skin to skin dengan posisi bantal yang agak tinggi.

Bagi saya : menyusui memang tidak mudah, tapi amat sangat bisa diperjuangkan. Kunci utamanya ada pada Ibu, mau atau tidak untuk memperjuangkan bayinya untuk lolos ASI Eksklusif hingga lanjut menyusui hingga 2 tahun. Maka kemauan dan daya juang Ibu disini harus besar agar berhasil. Keras kepala-lah dalam menyusui. Jangan sampai ketika Ibu menyerah untuk menyusui, kemudian anak minum sufor, Ibu menjadi merasa bersalah dan tidak rela. Menyusui itu kebahagiaan dan kepuasaan tersendiri bagi Ibu. Akhir kata, Teguh Kukuh Berlapis Baja untuk Menyusui ya Mom!

Salam,

Rudanti Widianusita (30 tahun)

Kota Wisata Cibubur

VISI
Kemang Medical Care akan menjadi penyedia layanan kesehatan prima bagi wanita dan anak di Indonesia.

MISI
Kemang Medical Care akan memberikan layanan kesehatan yang holistik bagi wanita dan anak di Indonesia.

RSIA Kemang

Jl. Ampera Raya No.34

Jakarta Selatan 12550

Phone : (+6221) 27545454 / 27545400

Fax : (+6221) 78843548

Email : info@kemangmedicalcare.com

Print