Apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit Lupus? Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematousus/ SLE) atau orang lebih mengenal dengan penyakit lupus, merupakan suatu penyakit auto imun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh justru melawan jaringan tubuhnya sendiri.

Penyebab seseorang dapat terkena lupus ini sampai saat ini penyebab pastinya masih belum diketahui namun dikatakan faktor genetik, hormonal, imunologik, dan lingkungan dapat berperan dalam terjadinya lupus.

Gejala khas yang bisa dideteksi dini secara kasat mata berdasarkan American Rheumatism Association ada  11  kriteria, namun beberapa tanda dan gejala yang mudah dikenali diantaranya adalah ruam merah yang membentang di  kedua pipi mirip kupu-kupu, ngilu-ngilu atau nyeri sendi , sariawan, rasa lelah,demam, penurunan berat badan, mual dan muntah, pucat.
Jika seseorang  terpapar penyakit ini jika tidak segera terdeteksi dan tidak tertangani dengan baik manifestasi lupus dapat menjadi berat bahkan dapat mengakibatkan komplikasi diantaranya berupa kejang dan gangguan ginjal. Jika seseorang sudah terpapar lupus,untuk makanan tidak ada pantangan, hanya dianjurkan menggunakan sunblock supaya tidak langsung terpapar oleh sinar matahari dan senantiasa menerapkan gaya hidup yang sehat.

Penyakit ini lebih sering menyerang wanita pada usia reproduksi yaitu usia 15-49 tahun. Karena penyakit lupus terkait dengan faktor hormonal yang diduga menjadi salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya SLE. Jenis penyakit ini dapat ditemukan di semua negara, tidak hanya daerah tropis saja.

Pencegahan yang dapat kita lakukan adalah mengenali secara dini tanda-tanda dan gejala dari SLE sehingga kita dapat memeriksakan diri ke dokter dan terhindar dari komplikasi yang lebih berat.

Jika seseorang sudah terkena lupus , dianjurkan untuk rajin kontrol ke dokter untuk mendapatkan pengobatan sesuai dengan tingkat aktivitas penyakit. Pengobatan ini bukan hanya terbatas pada pemakaian obat saja, namun perlu juga pendekatan yang lebih holistik yaitu Biopsikososial. Sebenarnya target pengobatan lupus adalah untuk mendapatkan masa remisi (tanda dan gejala penyakit terkontrol dengan baik) yang panjang. Apabila orang dengan lupus mendapatkan terapi dengan tepat akan menurunkan potensi kekambuhan.

dr. Adityana, SpPD

Klinik Penyakit Dalam RSIA Kemang Medical Care

Apa itu melasma ?
Melasma atau chloasma, dalam bahasa awam sering kali disebut sebagai flek yang berwarna kehitaman pada wajah.  Biasanya melasma dijumpai pada daerah tubuh yang sering terpapar oleh sinar matahari, seperti wajah (dahi, pipi, sekitar hidung, bibir atas dan dagu), simetris, dan timbul perlahan-lahan.

Bagaimana terjadinya melasma ?
Secara normal melanin berfungsi melindungi kulit dari efek berbahaya oleh sinar matahari. Pada melasma  terjadi penambahan jumlah melanosit pada kulit. Warna coklat yang tampak dapat bervariasi, dari coklat muda sampai dengan coklat tua.

Melasma mengenai siapa saja ?
Melasma  dapat mengenai pria maupun wanita. Terbanyak pada usia 30-44 tahun. Melasma terutama mengenai individu yang sering terkena sinar matahari dalam waktu lama, dengan intensitas tinggi. Faktor keturunan juga dapat menjadi penyebab melasma. Sekitar 20-70 % pasien yang menderita melasma juga memiliki riwayat melasma dalam keluarga. Peningkatan kadar hormon selama kehamilan (trimester ke 3) juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada wanita pengguna kontrasepsi hormonal, melasma terjadi umunya dalam 1 bulan sampai 2 tahun setelah dimulai pemakaian KB tersebut. Penggunaan obat – obat sistemik seperti klorokuin, klorpromazin, sitostatik, minosiklin juga dapat memicu terjadinya melasma. Bahan-bahan kosmetika yang bersifat fotosensitif juga dapat menyebabkan terjadinya melasma.


Bagaimana mengobati melasma ?
Pengobatan melasma dapat dilakukan dengan topikal (obat oles) atau dengan pembedahan kimia maupun dengan menggunakan bedah listrik. Preparat topikal untuk melasma adalah menggunakan pencerah kulit yang aman berbentuk krim yang diaplikasikan pada malam hari. Chemical peeling/pembedahan kimia menggunakan asam glikolat dengan rutin masih merupakan pilihan terbaik untuk mengatasi flek pada wajah. Pada kasus melasma berat, penggunaan  bedah listrik/ laser dapat menjadi pilihan terapi. Konsumsi antioksidan secara teratur setiap hari juga sangat dianjurkan.


Bagaimana cara mencegah terjadinya melasma ?
Mencegah paparan sinar matahari dengan penggunaan tabir surya/sublock sepanjang hari merupakan hal yang wajib dilakukan, cara lainnya adalah dengan menggunakan topi atau payung saat beraktivitas diluar ruangan. Memilih alat kontrasepsi yang tidak menggandung hormon, dan menghindari kosmetik bersifat fotosensitif

Kesimpulan
Melasma adalah salah satu kelainan kulit warna kulit yang tidak berbahaya, namun melasma yang sering tampak pada wajah dirasakan sangat menganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.  Berbagai pilihan pengobatan melasma yang telah tersedia di masa kini memungkinan penderita melasma seperti wanita dengan banyak aktivitas, ibu-ibu hamil dan paska melahirkan mendapatkan pengobatan melasma yang sesuai.

dr. Arieffah, SpKK

Klinik Kulit dan Kecantikan RSIA Kemang Medical Care

Pengertian Bentol

Bentol dalam bahasa medis disebut juga sebagai urtika (Inggris: hives) yaitu kelainan kulit berupa reaksi vaskular dengan bermacam macam sebab. Karakteristik urtika, berupa gambaran kulit kemerahan (eritema) dengan sedikit bengkak (oedem) dengan permukaan meninggi, berbatas tegas, timbul secara cepat, dan menghilang perlahan.
Gambar

Pemicu Bentol

Secara sederhana, urtikaria umumnya sering dicetuskan oleh beberapa faktor di bawah ini, yaitu:

  1. Makanan :kacang-kacangan, telur, ikan, susu, dan tomat. Selain makanan bentol juga dapat disebabkan oleh bahan-bahan pengawet makanan.
  2. Obat-obatan :penisilin, sufonamida, NSAID, opiat, dan kontrasepsi hormonal.
  3. Kontaktan :urtika jenis ini timbul akibat adanya kontak antara kulit dengan bahan-bahan tertentu. Biasanya urtika jenis ini terjadi karena aktivitas sehari-hari, atau berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Dapat disebabkan bahan seperti telur, dan kacang-kacangan.
  4. Gigitan serangga :terserang akibat sengatan nyamuk, lebah dan laba-laba.
  5. Inhalan :inhalasi dari debu, bulu-bulu binatang atau karpet, dan serbuk.
  6. Keadaan medis:dapat disebabkan Infeksi Virus (hepatitis A, B dan C), Virus Herpes Simpleks, infeksi bakteri streptokokus, dan infeksi parasit. Penyakit dalam: dapat disebabkan urtikaria dapat timbul pada penyakit hati, parasit usus, kanker, demam rematik, dan lainnya.
  7. Agen Fisik: urtikaria juga dapat merupakan akibat dari paparan panas, matahari, dingin, radiasi,dan tekanan.
  8. Tidak diketahui penyebabnya.

Jenis Bentol

Berdasarkan waktunya, bentol dapat dibagi menjadi 2 jenis :
1.    Akut :Berlangsung kurang dari 6 minggu
2.    Kronik :Berlangsung lebih dari 6 minggu

Bagaimana membedakan bentol yang disebabkan oleh nyamuk, serangga, dan alergi? Sulit untuk membedakan sebab bentol dari ujud kelainan kulitnya. Sebab timbulnya bentol dicari melalui tanya jawab tentang riwayat munculnya bentol, dan perjalanan penyakitnya.

Pertolongan Pertama Terhadap Bentol

Pertolongan pertama untuk bentol terutama untuk meredakan efek gatal bisa dilakukan dengan memberikan krim anti gatal, atau yang lainnya baik untuk orang dewasa dan anak-anak. Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa, gatal dapat diredakan sementara dengan memberikan bedak dingin antigatal yang isinya mengandung mentol. Mentol bermanfaat untuk meringankan rasa gatal, akibat sensasi dingin yang ditimbulkannya.

Jenis bentol yang harus diwaspadai adalah bentol yang timbul disertai dengan adanya pembengkakan pada wajah (biasanya tampak pada kedua kelopak mata atas), lidah, tenggorokan, tangan, leher, kaki. Lebih lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, pusing dan pingsan.

Skala Keparahan Urtikaria

Derajat keparahan urtikaria, dapat dinilai dengan melakukan uji tusuk kulit/ skin prick test. Uji ini juga bermanfaat untuk mengetahui jenis alergen yang menyebabkan bentol pada anak. Hasil uji tusuk ini akan memberikan gambaran berupa bentol dengan diameter bervariasi tergantung dari beratnya reaksi alergi yang diberikan oleh tubuh. Uji tusuk biasanya dilakukan pada lengan bawah. Besarnya bentol akan diukur dengan skala yang berkisar dari 0 sampai +4. 

Bentol biasanya menyebabkan rasa gatal. Saat alergen datang, alergen ini akan melekat pada resptor spesifik pada permukaan sel mast dan basofil. Hal ini akan menyebabkan lepasnya histamin yang terkandung di dalam kedua sel tersebut. Selain menyebabkan rasa gatal, histamin juga menyebabkan timbulnya bengkak, dan kemerahan. Hal ini yang menyebabkan terjadinya 3 gejala urtika yaitu, bentol, gatal, dan merah.

Bentol dapat terjadi dibagian tubuh manapun. Jika bentol disebabkan oleh gigitan serangga, misalnya nyamuk, maka biasanya bentol akan timbul didaerah yang tidak tertutup oleh pakaian. Namun secara umum, tidak ada bentol yang lebih berbahaya pada salah satu permukaan tubuh dibandingkan dengan lainnya. Bentol tidak selalu didahului rasa gatal. Bentol juga dapat timbul bersamaan dengan rasa gatal. Biasanya bentol akan menghilang perlahan-lahan, dalam waktu 1-48 jam.

Saat seseorang tergigit nyamuk, akan timbul rasa gatal yang merangsang orang tersebut untuk menggaruk. Akibat garukan berulang, permukaan kulit di daerah tersebut akan lecet dan terjadilah mikrolesi (luka mikroskopik yang berukuran sangat kecil tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung). Luka tersebut memungkinkan masuknya bakteri bakteri piogenik (pembentuk nanah). Akibatnya pada daerah yang dahulunya digigit oleh nyamuk akan terbentuk kantung berisi nanah. Sehingga seolah-olah luka gigitan nyamuk tersebut mengeluarkan nanah.

Pencegahan Bentol

Adakah tindakan preventif yang bisa ditempuh untuk menghindari diri dari bentol, baik itu yang disebabkan dari nyamuk, serangga, maupun alergi? Bentol yang disebabkan oleh alergi dapat dihindari dengan tidak terpapar oleh alergen penyebab. Misalnya, jika bentol tersebut dicetuskan oleh makanan,  maka sebaiknya individu tersebut menghidari mengkonsumsi makanan yang dimaksud. Jika alergi tersebut timbul karena individu tersebut berkontak dengan sesuatu, misal telur, maka sebaiknya dihindari kontak dengan telur tersebut. Sedangkan tindakan pencegahan untuk menghindari bentol, khususnya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan mengoleskan lotion anti nyamuk.

dr. Arieffah, SpKK

Klinik Kulit dan Kecantikan RSIA Kemang Medical Care

ISK atau yang dimaksud dengan infeksi saluran kemih adalah tumbuh dan berkembang biaknya bakteri dalam saluran kemih dalam jumlah yang bermakna, dikatakan bermakna bergantung kepada cara pengambilan sampel urin pada pemeriksaan urin, yaitu:

  1. > 100.000/ml urin , dengan pengambilan dari kateter / pancar tengah/ urin kolektor
  2. Berapapun jumlah bakteri yang ditemukan dari pengambilan Aspirasi Suprapubik diagnosa ISK dpt ditegakan.

ISK merupakan penyebab demam ke-2 tersering setelah ISPA (infeksi saluran nafas atas) pada anak. ISK dibagi atas beberapa pengelompokan berdasarkan letak, gejala klinis, berdasarkan ada atau tidaknya kelainan pada organ saluran kemih. Berdasarkan letak ISK dibagi menjadi ISK atas dan ISK bawah, berdasarkan gejala klinis dibagi menjadi ISK asimptomatis (tanpa gejala) dan simptomatis (dengan gejala) dan berdasarkan ada atau tidaknya kelainan organ dibagi menjadi ISK simplek dan ISK kompleks.

Penyebab terjadinya ISK terutama adalah disebabkan karena kontaminasi saluran kemih oleh flora normal perineum (area anus/ dubur) atau juga kontaminasi dari saluran cerna dari feses. Selain itu ISK juga dapat disebabkan karena penyebaran bakteri secara hematogen (dari darah), adanya kelainan atau sumbatan pada saluran kemih, vesikoureter reflux ( VUR )/ urin yang secara tidak normal mengalir balik dari kandung kemih kembali ke saluran kemih bagian atas ( ureter) yang merupakan kelainan bawaan lahir.

Bakteri penyebab tersering adalah E. Coli ( 60-80% kasus) sebagian kecil kasus oleh bakteri lain. Beberapa faktor resiko yang mempermudah timbulnya ISK, yaitu:

  1. kelainan bawaan pada saluran kemih (VUR)
  2. letak lubang kemih yang tidak normal
  3. batu saluran kemih sehingga mengganggu aliran urin
  4. konstipasi / sembelit ( kondisi ini menyebabkan tinja dalam usus besar menekan kandung kemih yang letaknya didepan usus besar sehingga kemampuan kandung kemih untuk mengosongkan isinya terganggu.
  5. kebiasaan menahan pipis

Gejala klinis pada ISK bervariasi ada yang asimptomatik (tanpa gejala) dan simptomatik (dengan gejala). Pada bayi (usia 0-28 hari) gejala tidak spesifik ,seperti suhu tidak stabil, rewel, diare, kembung, tidak mau menyusu, kuning berkepanjangan, urin berbau menyengat. Sedangkan pada bayi (usia > 1 bulan - 2 tahun) gejalanya demam tanpa sebab yang jelas (tanpa batuk pilek, tidak ada infeksi telinga, tanpa ruam), rewel, nafsu makan berkurang, sakit perut, berat badan yang tidak naik. Pada anak yang lebih besar yang sudah bisa bicara (usia 2- 4 tahun) gejalanya demam, mengedan waktu buang air kecil, mengeluh sakit saat BAK, urin keruh dan berbau, sering pipis, mengompol (terutama bagi yang sebelumnya tidak pernah mengompol).

ISK lebih sering diderita pada anak perempuan disebabkan karena  letak saluran kemih anak perempuan yang lebih dekat dengan anus sehingga kuman lebih gampang menyebar serta saluran kemih anak perempuan yang lebih pendek sehingga resiko bakteri menyebar dan masuk ke dalam saluran kemih menjadi lebih mudah.

Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk menunjang diagnosa ISK adalah Pemeriksaan urin lengkap. Dalam hal ini setiap anak yang datang berkonsultasi ke dokter dengan keluhan hanya demam ( tanpa tanda infeksi lain yang ditemukan saat pemeriksaan) dianjuran untuk dilakukan pemeriksaan urin lengkap.

Dari Urin lengkap dapat ditemukan leukosit (80-90% positif pada ISK), protein, darah , nitrit (normal nitrit tidak ada dalam urin, tapi bila ada bakteri maka nitrat di urin akan dirubah oleh bakteri tersebut menjadi nitrit) , leukosit esterase (enzim dalam leukosit yang dapat menggambarkan banyaknya jumlah leukosit pada urin) . Pemeriksaan lain adalah pemeriksaan darah dapat ditemukan leukosit darah yang tinggi, LED meningkat dan CRP positif (indikator yang non spesifik untuk ISK atas). Pemeriksaan lain yaitu kultur urin dimana urin dibiakkan disuatu media kuman lalu dilihat setelah 5-7 hari untuk mengetahui bakteri apa yang tumbuh serta antibiotik apa yang sensitif terhadap kuman tersebut.

Bila diagnosa ISK telah ditegakkan maka terapi pilihan pertama adalah Antibiotik. sebaiknya pemberian Antibiotik diberikan setelah sampel kultur urin diambil. Selain itu terapi pemberian Antibiotik bergantung kepada beberapa faktor misalnya Infeksi saluran kemih bawah dengan gejala klinis anak yang terlihat sakit ringan serta dari pemeriksaan urin lengkap hasil meragukan maka anak tidak memerlukan terapi antibiotik segera (cukup dengan perubahan pola berkemih, banyak minum dan tidak menahan pipis) sambil menunggu hasil kultur urin. Sedangkan bila anak tampak sakit berat dan dari hasil urin dapat disimpulkan isk maka berikan antibiotik yang sesuai dengan kemungkinan kuman terbanyak, sambil menunggu hasil kultur urin. Lihat respon antibiotik dalam 48-72 jam, bila dalam waktu tersebut respon klinis anak belum terlihat (dalam hal ini demamnya tidak hilang) maka antibiotik yang diberikan mungkin tidak sesuai dengan bakteri yang menjadi penyebab infeksi sehingga antibiotik harus diganti. Dan antibiotik dapat dilanjutkan selama 7 hari. ( untuk ISK bagian bawah )

Untuk bayi usia 3 bulan terapi antibiotik 7-10 bila memungkinkan minum obat oral, namun bila tidak sebaiknya dirawat agar antibiotik perinfusan dapat segera diberikan.

indikasi rawat inap anak dengan ISK yaitu :

  1. anak tampak sakit berat
  2. bayi < 6 bulan
  3. infeksi berat (leukosit darah yang tinggi)
  4. ada tanda dehidrasi .

Bahaya ISK lebih kepada komplikasi yang disebabkan seperti parut ginjal, hipertensi, gagal ginjal akut ataupun meningitis pada infeksi berat yang disebabkan keterlambatan pemberian antibiotik dalam tatalaksana ISK, atau adanya infeksi yang berulang-ulang serta adanya kelainan pada saluran kemih ataupun sumbatan.

Pencegahan infeksi saluran kemih yaitu :

  1. Menjaga kebersihan daerah organ vital , BAK minimal setiap 4 jam , tidak menahan pipis
  2. Setelah BAB dan BAK selalu bersihkan dengan sabun dan gerakan dari depan ke belekang
  3. Minum air dalam jumlah cukup
  4. Penggunaan pampers sebaiknya langsung diganti begitu anak pipis jangan menunggu penuh
  5. Hindari sembelit atau kontipasi
  6. Bila ada penyempitan saluran kemih (phimosis) coba konsultasikan ke dokter anak, bila memungkinkan untuk disunat sebaiknya dilakukan untuk mengurangi resiko timbulnya ISK
  7. Pada beberapa kasus anak dengan kelainan ginjal atau anatomis saluran kemih yang dapat menyebabkan sumbatan disaluran kemih, segera konsultasikan ke dokter anak untuk mengetahui apakan anak perlu mendapatkan Antibiotik pencegahan terhadap ISK
  8. Pada bayi kecil < 3 bulan dengan riwayat ISK sebelumnya sebaiknya melakukan pemeriksan urin berkala setiap 3 bulan terutama bila ada tanda-tanda kekambuhan.
  9. Hindari celana dalam yang terlalu ketat terutama untuk anak perempuan , perlu juga menghindari celana dalam berbahan nilon atau sintetis.

Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang sering ditemukan pada anak. Mengenali gejala klinis dan deteksi dini serta terapi dan tatalaksana yang tepat sangat penting dilakukan agar penyakit tidak berlanjut kepada kerusakan ginjal serta komplikasi lain.

dr. Fatimah Zahro

Klinik Umum RSIA Kemang Medical Care

VISI
Kemang Medical Care akan menjadi penyedia layanan kesehatan prima bagi wanita dan anak di Indonesia.

MISI
Kemang Medical Care akan memberikan layanan kesehatan yang holistik bagi wanita dan anak di Indonesia.

RSIA Kemang

Jl. Ampera Raya No.34

Jakarta Selatan 12550

Phone : (+6221) 27545454 / 27545400

Fax : (+6221) 78843548

Email : info@kemangmedicalcare.com

Print