Child Improvement Program adalah program yang memberikan layanan kepada orang tua untuk menanyakan hal-hal tentang pertumbuhan (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan pendengaran) serta perkembangan (motorik, bicara/bahasa, social-emosi) putra putrinya. Layanan ini merupakan kerja sama suatu tim yang terdiri dari beberapa tenaga profesional multidisipliner yang membantu memberikan solusi seputar anak kepada orang tua. Layanan Child Development dapat memberikan solusi kepada orang tua untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak kepada tenaga ahli mana sebaiknya anak dirujuk (dokter spesialis, psikolog anak, terapis) sehingga memperoleh stimulasi tepat yang dibutuhkan anak.

Tujuan Optimum Child Growth and Development Program

Program Child Development Program ditujukan untuk anak sehat yang meliputi konsultasi pertumbuhan dan perkembangan anak, bagaimana memberikan stimulasi kepada anak, adakah keluhan di sekolah tentang anak (proses belajar mengajar) atau adakah keluhan dalam mengasuh anak (parenting). Program ini juga ditujukan untuk anak berkebutuhan khusus yang meliputi gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau anak yang sibuk dengan dunianya sendiri (interaksi sosial terbatas), anak yang mengalami keterlambatan berjalan, bicara dan lain-lain, serta anak yang mengalami kecacatan sejak lahir maupun kecacatan yang didapat. Optimum Child Growth and Development Program ini bertujuan agar tumbuh kembang anak menjadi optimal.

 

Pelayanan Optimum Child Growth and Development Program
Optimum Child Growth and Development Program melayani:

  1. Konsultasi Tumbuh Kembang Anak
  2. Deteksi Dini Pertumbuhan Anak
  3. Deteksi Dini Perkembangan Anak
  4. Deteksi Dini Mental Emosional
  5. Stimulasi/Aktivitas Yang Dibutuhkan Anak
  6. Konsultasi/Psikoedukasi Anak Usia Dini
  7. Konsultasi dan Penatalaksanaan Rehabilitasi Medik untuk kasus-kasus keterlambatan dan kecacatan

Informasi mengenai Optimum Child Growth and Development Program RSIA KMC dapat diperoleh dengan menghubungi:
dr. Bilantira (Ira) MSi, CHt-0815 1316 8188

Tahukah Anda? Bermain dengan mainan sangat bermanfaat bagi anak usia dini usia 0-6 tahun. Mengapa? Karena  bermain dapat membantu tumbuh kembang anak dan memberikan manfaat antara lain:
1.    Merangsang fungsi panca indera anak, misalnya :

  • Mainan dengan suara
  • Mainan dengan warna
  • Mainan dengan bermacam tekstur (halus/kasar)

2.    Meningkatkan ketangkasan, misalnya:

  • Melatih anak merangkak, berjalan, melompat dengan satu kaki
  • Bermain bola

3.    Meningkatkan kecerdasan berbahasa, misalnya:

  • Puzzle, menyusun balok, dan petak umpet
  • Main tebakan dan membaca buku

4.    Meningkatkan interaksi social antara anak dengan orang tua atau temannya.

Saran:

  • Anak usia dini sebaiknya lebih banyak bermain dan beraktivitas fisik daripada menonton televise dan media atau perangkat berlayar lainnya.
  • Anak usia dini kurang dari 3 tahun dapat menonton televisi dengan tayangan berkualitas 1 sampai dengan 2 jam sehari.

 

dr. Bilantira (Ira) MSi, CHt
0815 1316 8188

 

Di Indonesia, hipertensi didapatkan pada 90 per 1000 anggota rumah tangga. Prevalensi tekanan darah tinggi meningkat seiring dengan peningkatan usia. Lebih dari setengah penduduk berusia antara 50 sampai dengan 70 tahun dan tiga perempat penduduk berusia 60 tahun atau lebih menderita tekanan darah tinggi. Sebuah studi meta analisis menunjukkan bahwa sekitar seperempat dari populasi dunia, atau sekitar satu triliun penduduk menderita hipertensi pada tahun 2010. Proporsi ini akan meningkat sebanyak 29% atau menjadi 1.56 triliun penduduk pada tahun 2025.

Tekanan darah sistolik lebih dari 140mmHg pada individu berusia lebih dari 50 tahun merupakan faktor resiko penyakit kardiovaskular yang penting. Selain itu, mulai tekanan darah 115/75 mmHg, setiap kenaikan darah sistolik sebanyak 20 mmHg atau tekanan darah diastolik sebanyak 10 mmHG meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular dua kali. Sebaliknya diperkirakan penurunan tekanan darah sistolik sebanyak 5 mmHg di populasi akan menurunkan angka mortalitas akibat stroke 14%, akibat penyakit jantung kardiovaskular 9%, dan mortalitas secara keseluruhan 7%. Studi observasional dan acak lainnya menunjukkan bahwa reduksi tekanan darah sistolik sebesar 2 mmHg menghasilkan penurunan prevalensi hipertensi sekitar 17%, reduksi resiko penyakit jantung koroner 6% dan reduksi stroke serta transient ischemic attacks 15%.

Terapi antihipertensi  berkaitan dengan reduksi insiden stroke (berkisar 35%-40%), infark jantung (berkisar 20%-25%) dan gagal jantung (melebihi 50%). Pada pasien dengan hipertensi derajat satu yang mempunyai resiko penyakit jantung koroner, reduksi tekanan darah 12 mmHg selama 10 tahun akan mencegah 1 kematian dari 11 penderita yang diobati. Jika di Indonesia hipertensi didapat pada 90 per 1000 anggota rumah tangga, dengan terapi yang adekuat sekitar 7-8 kematian dapat dicegah per 1000 anggota rumah tangga.

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor resiko penyakit jantung. Dengan menurunkan tekanan darah tinggi, angka morbiditas dan mortalitas dapat diturunkan. Mengurangi resiko tekanan darah tinggi dianjurkan dengan modifikasi gaya hidup seperti penurunan berat badan, penerapan diet kombinasi, aktivitas fisik yang teratur dan pembatasan asupan alkohol, sebagai langkah pertama penanganan tekanan darah tinggi. Masing-masing mempunyai efek penurunan tekanan darah yang berperan dalam pencegahan komplikasi efek penurunan tekanan darah yang lebih nyata.Selain itu, berhenti merokok juga dianjurkan untuk mengurangi resiko kardiovaskuler secara keseluruhan.

 

 

 

 

 

 

 

dr. Gatot Soeryo Koesoemo, PFK, MM

Anjuran terapi tekanan darah tinggi adalah modifikasi gaya hidup selain terapi dengan obat. Termasuk dalam modifikasi gaya hidup dalam penurunan berat badan, penerapan diet kombinasi, reduksi asupan garam, aktivitas fisik yang teratur, dan pembatasan asupan alkohol. Selain itu berhenti merokok juga dianjurkan untuk mengurangi resiko kardiovaskular secara keseluruhan. Masing-masing mempunyai efek penurunan tekanan darah yang berperan pada pencegahan komplikasi hipertensi dan bila dijalankan secara bersamaan akan mempunyai efek penurunan tekanan darah yang lebih nyata.

Harapan Sehat
Tekanan darah yang diharapkan tercapai adalah <140/90 mmHg. Pada pasien dengan tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit ginjal, target terapi adalah tekanan darah <130/80 mmHg. Perhatian utama ditujukan terhadap tekanan darah sistolik, karena kebanyakan penderita dengan tekanan darah tinggi terutama mereka yang berumur lebih dari 50 tahun, akan mencapai tekanan darah dialostik yang diinginkan apabila tekanan darah sistolik tercapai.

Penurunan Berat Badan

Kelebihan berat badan didefinisikan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 1998 dengan menggunakan indeks massa tubuh. Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat dihitung dengan menggunakan rumus berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter. Menurut WHO, IMT yang ideal berada diantara 18,5 dan 25 kg/m2. IMT>25 kg/m2 didefinisikan sebagai kelebihan berat badan, dari >30 kg/m2 disebut sebagai penderita obesitas. Ukuran lingkar perut/pinggang juga memegang peranan penting, dari >88cm pada wanita dan >102 pada pria berkaitan dengan resiko terkena penyakit metabolik dan jantung> Resiko relative terhadap faktor resiko yang berhubungan dengan obesitas akan meningkat dengan nilai yang melebihi luas lingkar yang disebut di atas. WHO melalui International Association for the Study of Obesity untuk kawasan Pasifik Barat mengajukan proposal klasifikasi berat badan dengan menggunakan IMT orang Asia.

Penurunan berat badan sebanyak 5-10% dari berat badan awal berkaitan dengan reduksi tekanan darah, kadar lemak dan mortalitas. Penurunan berat badan sebanyak 5,1 kg menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 4,44 mmHg dengan tekanan darah diastolik sebanyak 3,57 mmHg. Setiap kilogram penurunan berat badan menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 1,05 mmHg dan diastolik 0,92 mmHg. Pada perempuan dengan penyakit yang berhubungan dengan berat badan, penurunan berat badan berkaitan dengan penurunan mortalitas sebanyak 20% akibat semua sebab dan 30-40% akibat penyakit yang berhubungan dengan diabetes.

Anjuran Strategi Penurunan Berat Badan
Faktor yang berperan penting dalam menurunkan berat badan adalah motivasi dan perilaku. Penurunan berat badan yang dianjurkan untuk tahap awal adalah 10% dari berat badan awal. Jangka waktu untuk melakukan hal tersebut adalah 6 bulan. Setelah 6 bulan, biasanya penurunan berat badan menurun dan berat badan akan tetap berada pada garis datar karena rendahnya atau berkurangnya penggunaan energy tubuh pada berat badan yang lebih rendah. Tahap selanjutnya adalah menjaga kestabilan penurunan berat badan yang sudah dicapai sehingga tidak terjadi kenaikan berat badan kembali.

Diet Kombinasi, Reduksi Asupan Garam dan Tekanan Darah
Diet kombinasi adalah diet yang kaya akan buah, sayuran dan produk-produk rendah lemak serta mempunyai jumlah lemak tersaturisasi, lemak total, dan kolesterol yang lebih rendah. Diet ini menyediakan kalium, magnesium dan kalsium seiring dengan jumlah serat dan protein yang tinggi. Pole diet tesebut menurut hasil studi menunjukkan penurunan tekanan darah secara signifikan. Pengurangan asupan garam menurunkan tekanan darah sistolik pada kohort tanpa hipertensi dan kohort dengan hipertensi.

Aktivitas Fisik dan Tekanan Darah
Peranan mekanisme kerja otot pada saat melakukan aktivitas fisik sangatlah penting. Besarnya penurunan resistensi tergantung pada beban atau aktivitas yang dilakukan. Semakin besar beban yang dilakukan, semakin besar pula ketegangan otot dan tekanan darah pada pembuluh darah intramuskular. Penderita tekanan darah tinggi dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang mementingkan dinamisme dan daya tahan tubuh seperti lari, renang, dan bersepeda. Aktivitas aerobik berhubungan dengan penurunan tekanan darah rata-rata yang signifikan.

Pembatasan Konsumsi Alkohol dan Berhenti Merokok
Terdapat hubungan yang kuat antara merokok dan resiko terkena infark jantung. Setiap peningkatan jumlah rokok yang dihisap meningkatkan resiko infark jantung. Berhenti merokok menurunkan resiko mortalitas akibat semua sebab pada penderita dengan penyakit jantung koroner.

dr. Gatot Soeryo Koesoemo, PFK, MM

Berpuasa memberikan manfaat salah satunya membantu pembakaran lemak yang tidak dibutuhkan tubuh. Jika ibu hamil dinyatakan sehat dan tidak terindikasi suatu penyakit, maka ibu diperbolehkan untuk berpuasa. Pastikan Anda ibu mendapat istirahat yang cukup dan menjauhkan diri dari stress. Selalu ingat untuk memenuhi asupan nutrisi dan energi yang tepat saat berbuka puasa.

Perkembangan janin saat ibu hamil menjalankan ibadah puasa tidak terlalu bermakna, dan tidak ditemukan perbedaan pada apgar scores. Pada beberapa wanita yang berpuasa ketika hamil dapat memiliki resiko melahirkan bayi yang berberat badan rendah, namun hal ini ditemukan pada wanita yang cenderung memiliki pola diet yang buruk.

Studi lain menemukan bahwa berpuasa di bulan pertama kehamilan dapat mengakibatkan penurunan berat badan bayi saat lahir, namun hanya sekitar 40g (relatif kecil). Puasa saat hamil tidak secara langsung berpengaruh pada kecerdasan intelegensia (IQ) pada bayi. Pada wanita hamil yang berpuasa terjadi perubahan keseimbangan kimia dalam darah. Namun perubahan ini tidak berbahaya bagi ibu dan bayinya.

Wanita hamil perlu membatalkan puasa jika ditemukan tanda-tanda berikut:

  1. Pendarahan
  2. Kontraksi (≥ 4 kali dalam1 jam)
  3. Terjadi penurunan gerak janin
  4. Peglihatan memburam
  5. Lelah dan tegang otot
  6. Lemas berlebih
  7. Pusing hebat

Kondisi wanita hamil yang dilarang berpuasa, antara lain:

  1. Penderita diabetes
  2. Penderita tekanan darah yang abnormal (hipertensi)
  3. Penderita ginjal kronis
  4. Penderita dehidrasi
  5. Wanita hamil yang mengalami pendarahan
  6. Wanita hamil yang beresiko melahirkan prematur

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat Sahur:

Dos!

  • Makanan tinggi  protein
  • Konsumsi buah dan sayur
  • Konsumsi Vitamin C and Zink
  • Konsumsi air, kurang lebih 2 liter air (selama sahur dan berbuka)

Don’ts!

  • Jangan mengkonsumsi gula berlebih karena dapat menyebabkan insulin shock

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat Berbuka Puasa:

Dos!

  • Makan secara sedikit dan bertahap
  • Minuman yang manis dan hangat
  • Konsumsi karbohidrat sederhana seperti kolak dan kurma
  • Setelah Maghrib: makan
  • Setelah Terawih: makan camilan
  • Sebelum tidur: minum segelas susu atau konsumsi air putih

Don’ts!

  • Makan dalam jumlah yang banyak dalam sekali waktu
  • Mengkonsumsi air dingin
  • Mengkonsumsi kafein

dr. Febriansyah Darus, SpOG


 




VISI
Kemang Medical Care akan menjadi penyedia layanan kesehatan prima bagi wanita dan anak di Indonesia.

MISI
Kemang Medical Care akan memberikan layanan kesehatan yang holistik bagi wanita dan anak di Indonesia.

RSIA Kemang

Jl. Ampera Raya No.34

Jakarta Selatan 12550

Phone : (+6221) 27545454 / 27545400

Fax : (+6221) 78843548

Email : info@kemangmedicalcare.com

Print