Seringkali kita mendengar kalau puting datar (flat nipple) tidak bisa menyusui bayi. Namun sebenarnya apapun bentuk puting yang ibu miliki, bukan menjadi kendala bahwa ibu tidak bisa menyusui bayinya. Payudara dengan bentuk puting apapun tetap bisa untuk menyusui bayinya, asal ibu mengetahui dan mau mempelajari tekniknya.

Puting yang terbenam atau payudara yang kecil bukan menjadi penghalang ibu menyusui. “Apabila puting ibu terbenam, ibu tetap bisa menyusui karena bayi menyusu bukan di puting, tapi di areola. Ibu juga harus memposisikan bayinya dengan baik agar bayi bisa melekat di areola ibu. Ukuran payudara juga tidak menentukan produksi ASI ibu banyak atau sedikit. Besar payudara dikarenakan lemak payudara, sedangkan ASI diproduksi dari kelenjar susu yang letaknya di areola, jadi selama bayi menyusu nyaman tetap bisa menyusui.” ujar dr.Aini, salah satu Konselor Laktasi RSIA Kemang.

Bayi memang tidak selalu berhasil menghisap areola ibu. Ada salah satu penyulit misalnya tongue tie, yaitu selaput lidahnya pendek yang menyulitkan bayi tidak menjulurkan lidah ke areola yang mengakibatkan gusi bayi menggigit puting ibu. Pada akhirnya membuat puting ibu luka dan lecet atau malah payudaranya bengkak. Kondisi ini sangat mengganggu dan disarankan untuk di insisi tongue tie.

Jadi selama ibu menikmati sensasi menyusui dan tetap tenang ketika menyusui, halangan apapun dapat diatasi asalkan ibu tetap memiliki niat untuk menyusui. Ketahui dan pelajari tekniknya melalui Klinik Laktasi RSIA Kemang agar ibu sukses menyusui sampai 2 tahun! Salam semangat menyusui!

 

Klinik Laktasi RSIA Kemang

Senin – Sabtu, pukul 08.00-20.00 WIB

Minggu, pukul 09.00-12.00 WIB

 

Tahukan bunda pemeriksaan laboratorium saat kehamilan itu penting untuk mendeteksi kelainan dan gangguan pada janin. Pemeriksaan laboratorium ini dilakukan pada saat kehamilan 10-12 minggu dan dilakukan lagi saat usia kehamilan 28 minggu. Berikut adalah serangkaian pemeriksaan laboratorium yang dilakukan:

1. Hematologi Lengkap, untuk mendeteksi adanya kelainan pada darah dan komponennya, seperti anemia (hemoglobin rendah), kekurangan zat besi, kekurangan asam folat dan thalassemia.

2. Glukosa, untuk mengetahui kadar glukosa (gula) dalam darah.

3. Virus Hepatitis, untuk mendeteksi dini virus hepatitis yang sangat potensial ditularkan kepada janin.

4. Serologi, pemeriksaan marker infeksi VDRL dan TPHA untuk mendeteksi adanya sifilis - jika terinfeksi dapat menyebabkan cacat pada janin. Jika terdeteksi maka segera dilakukan terapi.

5. Anti HIV, untuk mendeteksi adanya infeksi virus HIV yang berpotensi menular pada janin.

6. Urine (Urinalisa), untuk mendeteksi infeksi saluran kemih dan kelainan lain di saluran kemih agar tidak menyebabkan kontraksi dan kelahiran prematur atau ketuban pecah dini.

7. Hormon Kehamilan, tes ini dilakukan pada trimester pertama, yang terdiri dari pemeriksaan laboratorium :
• Hormon bHCG darah, yaitu hormon kehamilan dalam darah untuk mendeteksi kehamilan di trimester awal yang meragukan karena belum tampak pada USG.
• Hormon Progesteron: Hormon yang mensupport kehamilan, untuk mendeteksi apakah hormon ini cukup kadarnya atau perlu suplemen progesteron dari luar.
• Hormon Estradiol: hormon yang mensupport kehamilan, untuk mendeteksi apakah kadarnya normal atau tidak.

8. Virus TORCH, TORCH adalah penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan kelainan bawaan/cacat pada janin. Pemeriksaan TORCH terdiri dari toksoplasma, rubella, CMV dan herpes.

Sumber: Jendela Cito. (Maret, 23 2014). 8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan. Diperoleh 10 Juni 2016, dari http://www.jendelacito.info/2014/03/8-pemeriksaan-laboratorium-yang-penting.html

photo by: www.solusisehatku.com

Apa sih Theraplay itu?

Theraplay adalah suatu bentuk intervensi psikologis bagi anak dan keluarga untuk membentuk dan menguatkan hubungan antara orangtua dan anak, yang menumbuhkan rasa kepercayaan diri, rasa percaya terhadap anggota keluarga satu sama lain, dan memiliki interaksi yang menyenangkan.

Theraplay berdasar pada bentuk alami interaksi yang sehat dan menyenangkan antara orangtua dan anak , interaksi tersebut juga lekat dan banyak melibatkan kegiatan fisik.

Interaksi Theraplay berfokus pada empat kualitas utama yang ditemukan dalam hubungan antara orangtua-anak, yaitu:


1. ENGAGEMENT (KETERTARIKAN)

Pada permainan yang memiliki nilai Engagement, orangtua berusaha untuk terhubung dengan anak dan mengerti respon anak. Disini orangtua kembali bermain, berlaku konyol/lucu, sekaligus juga pada saat yang bersamaan memberikan kenyamanan dan interaksi yang menyenangkan pada anak. Hal ini membantu anak meregulasi dan mengintegrasikan kondisi fisik dan emosinya.

Baik bagi anak yang menarik diri, menghindari kontak, atau yang terlalu kaku. Baik juga bagi kita, orangtua yang terlalu serius, agar kita lebih luwes dan dapat menikmati keberadaan anak kita saat kita sedang bersama. It is okay to be silly when we’re playing with our kids ;-)


2. STRUCTURE (STRUKTUR)

Melalui permainan yang berisikan nilai Struktur, secara tidak langsung kita memberikan pesan kepada anak bahwa “Hey, aturan itu bagus lho dan enak jika dia diikuti.” Aturan baik untuk memberikan regulasi diri pada anak. Anak menjadi lebih fokus terhadap kontrol tubuhnya, dan melalui aturan yang jelas, orangtua juga sebenarnya sedang memperkenalkan Keamanan kepada anak. Anak menjadi lebih bebas dan aman dalam bermain karena mengetahui bentuk interaksi yang teratur dan bisa diprediksi oleh anak.

Permainan yang penuh dimensi Struktur baik bagi anak yang terlalu aktif, bergerak tidak terarah, atau bagi anak yang ingin memegang kontrol. Kegiatan ini juga baik dilatih bagi kita, orangtua yang mengalami kesulitan dalam memberikan aturan/batasan kepada anak, atau mengalami kesulitan/kurang percaya diri dalam memimpin anak.


3. CHALLENGE (TANTANGAN)

Pada permainan yang memiliki nilai Challenge, orangtua membantu anak untuk menumbuhkan rasa perkembangan/kemajuan diri. Orangtua memberikan tantangan yang SESUAI dengan level kemampuan anak. Anak belajar untuk menerima tantangan dan pengalaman baru. Kegiatan-kegiatan yang berisikan tantangan tidak bisa dilakukan sendirian, cobalah untuk menyemangati anak mengambil resiko yang sesuai dengan level kemampuannya dan berikan dukungan kata-kata dan ekspresi yang positif bahwa dia bisa, contohnya: “Waow, lihat, kamu bisa!”

Ini baik untuk anak yang menarik diri, banyak kecemasan/keraguan, dan sedikit kaku. Kegiatan ini juga baik bagi kita orangtua yang memiliki jiwa kompetitif yang tinggi, yang cenderung untuk memberikan tantangan yang tidak sesuai (terlalu tinggi atau terlalu rendah) dari level kemampuan anak.


4. NURTURING (KASIH SAYANG)

Permainan yang penuh dimensi ini berisikan kegiatan-kegiatan yang menenangkan anak dan memberikan rasa aman bagi anak, seperti menyuapi, menyanyikan lagu untuk anak, dan memberikan sentuhan yang baik dan nyaman. Melalui kegiatan ini, orangtua menyampaikan pesan kepada anak bahwa dunia itu aman, hangat, dan dapat dipercaya; dan bahwa dirinya berharga dan dicintai. Anak diajak untuk mengembangkan harapan bahwa orang-orang di sekelilingnya memperhatikan dirinya dengan baik dan hal-hal baik terjadi padanya.

Ini baik bagi anak-anak yang terlalu aktif, agresif, atau pura-pura/berlagak dewasa diatas usianya. Kegiatan-kegiatan ini juga baik bagi kita orangtua yang seringkali tidak hadir bagi anak kita, keras bagi anak kita, banyak menghukum, atau sulit untuk memberikan sentuhan yang baik, atau sulit untuk menampilkan kasih sayang yang lembut.

 

Untuk mengetahui mengenai Theraplay, bisa buka link ini: www.theraplayindonesia.com atau http://theraplay.org/index.php/for-parents

 

Tim Theraplay Kemang Medical Care

Astrid WEN, MPsi (Psikolog Anak, Ketua Theraplay Indonesia)
dr. Bilantira (Ira) Sjaflan, MSi
Fathya Artha Utami, MPsi (Psikolog Anak)
Rayi Tanjung Sari, MPsi  (Psikolog Anak)

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana semua umat Islam diwajibkan berpuasa. Namun ada golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu yang sedang hamil. “Boleh gak sih ibu hamil berpuasa?” Jawabannya adalah boleh-boleh saja tergantung kondisi ibu hamil itu sendiri dan sudah berkonsultasi dengan dokter. Apabila ibu kuat, boleh berpuasa namun tetap harus menjaga nutrisi yang dibutuhkan untuk si bayi pada saat sahur dan berbuka puasa. Berikut adalah tips-tips untuk ibu hamil selama berpuasa:

Saat sahur, pilihlah makanan yang mengandung protein, lemak, dan vitamin C dalam jumlah cukup. Lalu makan makanan yang kaya mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh. Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock. Minum air putih dan ditambah dengan segelas susu hangat, karena minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Saat berpuasa, jalani puasa dengan niat dan ikhlas agar puasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil. Ibu hamil juga harus cukup istirahat. Hindari stres dan buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah. Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra. Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:

a) Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.

b) Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit

c) Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil

d) Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.

e) Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Saat berbuka, awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah. Kemudian, santap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma. Makan makanan berat secukupnya saja. Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.


Sumber: Tips Berpuasa Selama Hamil. Diperoleh 10 Juni 2016, dari http://bidanku.com/tips-berpuasa-selama-hamil#ixzz4A7x8UFxJ.

photo by: www.sehatmagz.com

 

Bagi orang tua yang senang menghabiskan waktu untuk bermain bersama buah hati, tanpa disadari Anda sedang meningkatkan fungsi kerja otak dan memberikan stimulasi sensorik, motorik dan kognitif pada anak.

Praktisi kesehatan dr Trisna Desmiati, SpKFR, M.Kes, mengatakan bahwa stimulasi merupakan kegiatan untuk merangsang kemampuan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Dalam talkshow 'How To Optimize Your Child's Growth & Development In The Golden Age' yang berlangsung di RSIA Kemang Medical Center, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2015), dr Trisna juga mengungkapkan bahwa bermain merupakan media stimulasi tumbuh kembang anak yang paling mudah untuk dilakukan.

Selain mudah untuk dilakukan, bermain juga merupakan suatu kegiatan yang senang dilakukan oleh buah hati sehingga orang tua dapat dengan mudah melakukan proses stimulasi.

Dijelaskan oleh dr Trisna, ada beberapa tahap dalam perkembangan bermain anak. Dimulai dari umur 6-8 bulan anak-anak mulai mengambil benda dengan tujuan tertentu. Memasuki umur 8-12 bulan mereka mulai mengeskplorasi objek karena rasa ingin tahu. Pada umur 12-18 bulan, anak-anak mulai bermain simbolik, contohnya ketika ada gelas kosong mereka mulai pura-pura minum, pada umur ini anak-anak sudah tahu apa kegunaan dari benda tersebut.

"Memasuki umur 18-24 bulan, mereka mulai bermain permainan yang berkaitan dengan orang lain, contohnya pura-pura suapin boneka atau suapin mamanya. Tahap ini menunjukkan bahwa pola pikir anak mulai bekerja. Memasuki umur 24-30 bulan, mereka mulai bermain permainan simbolik terencana, contohnya dia mengibaratkan suatu benda menjadi benda lain yang berguna. Akhirnya pada umur 3-5 tahun, mereka mulai bermain sosio-drama, yaitu permainan pura-pura seperti menjadi batman atau tokoh pahlawan favoritnya," tutur dr Trisna.

Ahmad Syakib, SFT, SKM, praktisi dari RSIA Kemang Medical Center, menyebut bahwa selain permainan, lagi-lagi orang tua memiliki peran juga untuk mengembangkan kemampuan anak. Contohnya adalah untuk mengembangkan kemampuan untuk bergerak.

Kemampuan bergerak pada anak harus disertai dengan kekuatan atau fleksibilitas jaringan, keseimbangan yang bagus, kognisi atau perhatian. Ketika salah satunya tidak ada, tentunya akan menimbulkan hambatan bagi perkembangan.

Selain itu, Ahmad Syakib juga menjelaskan ada 2 dampak positif pentingnya bergerak bagi anak, yang pertama adalah membantu kesiapan belajar dan membantu keterampilan perseptual motor. Orang tua disarankan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan gerak guna membantu anak berkembang dan menstimulasi sensorik, motorik dan juga kognitif.

"Tidak lupa, untuk mencapai tumbuh kembang anak yang optimal ada tim terpadu yang sangat berpengaruh. Anggota tim terpadu itu meliputi orang tua, keluarga besar, asisten rumah tangga, profesional terkait dan sekolah. Dimana anggota tim terpadu ini harus memahami kondisi anak, terampil, mengasihi dan menyayangi, berpikir positif, sabar dan ikhlas dalam mengurus dan membesarkan anak," kata Ahmad Syakib.

 

Diramu dari Talk Show "How To Optimize Your Child's Growth & Development In The Golden Age"
Ditulis oleh: Sharon Natalia
Dimuat pada DetikHealth.com tanggal 13 Desember 2015




VISI
Kemang Medical Care akan menjadi penyedia layanan kesehatan prima bagi wanita dan anak di Indonesia.

MISI
Kemang Medical Care akan memberikan layanan kesehatan yang holistik bagi wanita dan anak di Indonesia.

RSIA Kemang

Jl. Ampera Raya No.34

Jakarta Selatan 12550

Phone : (+6221) 27545454 / 27545400

Fax : (+6221) 78843548

Email : info@kemangmedicalcare.com

Print